Kerajinan Tangan RI Sulit Disaingi Negara Lain

Produk kerajinan Indonesia memang telah mendunia karena memiliki ciri khas tersendiri. Wakil Presiden (Wapres) Boediono bahkan memuji produk kreasi putra bangsa ini sangat sulit tertandingi negara lain.

“Tingginya minat terhadap produk kerajinan Indonesia, karena didesain dengan sentuhan budaya tanah air dengan cita rasa tinggi. Saking uniknya, kerajinan Indonesia sulit disaingi negara lain,” kata dia saat membuka pameran INACRAFT 2013 di JCC, Rabu (24/4/2013).

Boediono mengaku, produk kerajinan, seperti anyaman tikar, ukiran dan sebagainya telah mampu menembus dan dipasarkan ke 180 negara dunia, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Jerman, Perancis, Australia, Belanda dan lainnya.

 

“Sektor industri kreatif merupakan salah satu dari 14 sektor yang memiliki potensi pasar sangat besar,” terangnya.

Namun dia mengaku, kualitas, harga dan desain menjadi tantangan Indonesia ke depan dalam menghadapi perdagangan bebas atau ASEAN Community 2015.

Fokus pemerintah saat ini, Boediono menyebut, menjangkau pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan akses permodalan, perbaikan manajemen usaha, teknik penjualan, hak paten dan pengembangan produk ramah lingkungan.

“Saya yakin, tantangan tersebut tidak akan menciutkan nyali pengrajin Indonesia. Justru itu bisa menjadi pendorong dan motivasi bagi mereka untuk memproduksi kerajinan yang lebih berkualitas, berdaya saing tinggi dan mempunyai nilai jual,” tuturnya.

Dengan bimbingan dan pembinaan oleh pemerintah, Boediono optimistis, jutaan UMKM Indonesia akan mencapai nilai omzet hingga triliunan rupiah dalam waktu singkat.

Pos ini dipublikasikan di News dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kerajinan Tangan RI Sulit Disaingi Negara Lain

  1. suryantototo berkata:

    Reblogged this on Suryantototo's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s